Wednesday, March 02, 2005

Makna Hijrah

Barusan abis denger ceramah dari Pak Mentri, Subhanallah, mudah-mudahan para pemimpin-pemimpin kita yang lain seperti beliau. Sholih, Tawaddhu, berilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Mudah-mudahan juga beliau mampu menjadi imam shalat, shalat tarawih, yang berarti hafalannya banyak dan sempurna. Insya Allah, Amin.

Inti ceramahnya sangat menarik, dari sebuah tema yang umum menjadi tema ceramah sekarang-sekarang ini, yaitu mengenai makna hijrah Rasulullah SAW. Hijrah secara maknawiyah adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu keadaan ke keadaan lain yang lebih baik. Alasan hijrah mestinya adalah keinginan atau upaya untuk memperbaiki hal-hal yang belum benar sebelumnya, menjadi lebih baik lagi setelahnya. Kira-kira ini yang saya tangkap.

Akan tetapi yang lebih menarik lagi adalah pada saat peristiwa hijrah itu dikaitkan dengan faktor keberanian kita untuk melakukannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, hijrah itu sangat membutuhkan perjuangan dan niat yang sangat kuat. Bahkan beliau juga mengatakan bahwa hijrah adalah salah satu dari jihad akbar kita. Dicontohkan mengenai alasan melakukan hijrah karena kita berada dalam keadaan terdzalimi di lingkungan tempat kita tinggal. Dimana jika kita tetap bertahan dalam situasi dan kondisi seperti itu lama kelamaan akan luntur keimanan kita, atau bahkan mungkin kita akan terjebak pada kondisi yang menuntut kita untuk membalasnya dalam bentuk yang sangat tidak rasional, misalnya. Nah, untuk alasan-alasan seperti itu kita dibenarkan untuk segera melakukan hijrah ke tempat yang lebih baik, tentunya lebih banyak manfaat dari pada mudharatnya.

Yah, begitulah kira-kira inti dari ceramahnya. Hal lain adalah, mengenai masalah introspeksi diri atau muhasabah. Dimana sebagai orang islam, apakah kita sudah taat kepada Allah, apakah kita sudah menempatkan Allah di dalam hati dan setiap niat di dalam hidup kita. Apakah kita dapat memberi manfaat bagi orang lain, dll. Sebuah pertanyaan yang seharusnya kita tanyakan berulang-ulang secara terus-menerus kepada diri sendiri.

Wassalam.

No comments: