Sunday, November 22, 2015

Tren Bisnis Digital di Indonesia

perkembangan bisnis berbasis teknologi semakin meluas bahkan sampai menyebabkan tatanan struktur indusatri semakin porak poranda. Batasan-batasan vertikal industri menjadi semakin tidak relevan disebabkan oleh kemampuan teknologi yang membuat hal-hal yang sebelumnya menjadi domain sebuah bisnis menjadi tertumpang dan tertindih oleh sesuatu yang tadinya tidak bersentuhan langsung dengannya. Ambil saja contoh bisnis ride sharing seperti grab taxi, uber taxi, grab bike dan fenomena GoJek yang secara spesifik berkembang di Indonesia belakangan ini.

Saya selalu membayangkan apa yang dirasakan oleh para pelaku bisnis transportasi seperti Blue bird, Express, dll sebelum adanya uber dan grab car. Mereka pasti tidak akan pernah memperhitungkan bahwa pada satu masa bisnis mereka akan mendapatkan ancaman dari bisnis startup yang menjalankan usahanya menggunakan teknologi mobile apps dan bukan dari kompetitor yang memiliki layanan sejenis dengan mereka seperti sebelumnya. Apa yang ada di kepala mereka pada saat intensitas dampak tersebut semakin meningkat, yang ditunjukkan dengan hijrahnya para sopir yang sebelumnya menjadi garda terdepan bisnis mereka untuk bergabung ke uber dan grab car yang lebih memberikan keuntungan buat mereka. Atau para sopir taxi yang melihat penghasilan menjadi pengemudi Gojek lebih besar dibandingkan dengan profesi mereka selama ini.

Friday, January 04, 2013

Sebuah Keyakinan (Bag. II)

Ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melanjutkan sebuah catatan perjalanan kehidupan. Saya akan mencoba untuk merangkai kembali lanjutan cerita dari sebuah keyakinan yang akhirnya membawa saya ke sebuah titik dimana kenyataan tersebut menjadi semakin nyata.

Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang teknik elektronika, seperti kebanyakan lulusan perguruan tinggi lainnya, saya mencoba peruntungan saya dengan berangkat ke ibukota jakarta untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi keilmuan yang saya miliki. Keyakinan masih tetap utuh di dalam jiwa dan fikiran saya, bahwa telekomunikasi masa depan adalah komunikasi dalam bentuk pertukaran data. Bahwa seiring dengan perkembangan teknologi dari analog ke digital, maka format data digital akan semakin berkembang dalam dunia teknologi informasi yang menggunakan teknologi komputasi sebagai basis proses pengolahan data. Tidak disangkal lagi bahwa format data digital menjadi lebih efektif dan efisien dalam menyimpan, mengolah dan mengirimkan informasi. Hal inilah yang menjadi dasar keyakinan saya mengenai dunia komunikasi data.

Berada di sebuah kota besar seperti jakarta bukanlah hal yang pertama bagi saya. Saya termasuk salah satu dari sedikit orang yang mendapatkan keberuntungan untuk mengunjungi jakarta paling tidak beberapa tahun sekali, dikarenakan memang kami memiliki beberapa keluarga yang bertempat tinggal di jakarta. Walau begitu, tetap saja jakarta merupakan sebuah kota yang 'angkuh' dalam pandangan saya. Namun sebagai seorang perantau, yang memang sudah menyiapkan mental untuk menghadapi keangkuhan tersebut, hal itu tidak terlalu mengganggu saya dalam beraktifitas di jakarta.

Di awal memulai kehidupan di jakarta, saya tinggal di sebuah rumah yang berisikan hampir 20 orang penghuni permanen, dan kira-kira hampir 30-40 penghuni non permanen yang akan berkunjung di akhir pekan. Rumah tersebut bisa disebut sebagai sebuah rumah singgah. Milik orang tua dari salah seorang rekan alumni almamater yang sama dari jurusan kimia yang tidak terpakai. Atas kebaikan mereka rumah tersebut bisa kita tempati tanpa harus membayar sewa.

Hal yang pertama saya lakukan setibanya di jakarta adalah, membuat surat lamaran sebanyak-banyaknya untuk kemudian disebarkan ke perusahaan-perusahaan yang menurut saya pantas dan layak untuk menjadi tempat meniti karir sebagai seorang profesional.Dalam kurun waktu tidak sampai satu bulan, upaya saya tersebut membuahkan beberapa hasil. Saya dipanggil untuk mengikuti proses seleksi penerimaan pegawai di beberapa perusahaan swasta dan bumn. Beberapa diantaranya adalah Sony Electronic Indonesia, Panasonic, Bauma Sentra Teknika, PT. Caltex Pacific Indonesia dan dua dari beberapa perusahaan idaman saya yaitu PT. Indosat dan PT. Lintas Arta.

Dari proses tersebut, saya gagal di beberapa perusahaan, dan juga berhasil di beberapa perusahaan lainnya. Beberapa perusahaan yang saya ikuti prosesnya sampai akhirnya dinyatakan lulus adalah Bauma, Caltex, Lintas Arta dan Indosat. Namun hanya Bauma yang prosesnya tidak selama yang lain. Maka akhirnya saya putuskan untuk mengambil peluang di Bauma terlebih dahulu sambil tetap meneruskan proses yang lain.

Dalam waktu hampir 3 bulan akhirnya saya menyelesaikan proses seleksi di Indosat sampai dinyatakan diterima sebagai calon pegawai Indosat yang harus mengikuti pendidikan dasar (Dikdas) selama kurang lebih 9 bulan baru kemudian diangkat menjadi pegawai tetap. Pendidikan saya jalani di fasilitas diklat Indosat yang ada di Jatiluhur, dengan kombinasi materi pendidikan militer dan pelatihan teknik mengenai telekomunikasi.

Dan guess what, penempatan pertama saya setelah diangkat menjadi pegawai tetap adalah di Bagian Operasi Telegraph dan Komunikasi Data, bidang pekerjaan yang memang saya cita-citakan sebelumnya, yang merupakan bagian dari keyakinan saya selama ini, Komunikasi Data.

to be continued.

Sunday, December 02, 2012

Diferensiasi Produk

Dalam dunia marketing, ada banyak cara untuk membuat sebuah produk memiliki kelebihan yang menjadi faktor pembeda dengan produk sejenis yang dimiliki oleh kompetitor. salah satunya adalah dengan menambahkan value added service kepada produk dasar/basic yang belum atau tidak bisa dilakukan oleh orang lain khususnya kompetitor.

Ada beberapa contoh yang dapat kita jadikan rujukan dalam memahami lebih jauh arti diferensiasi terhadap sebuah produk. Sebagai contoh, di industri musik hidup yang umumnya menampilkan artis penyanyi dan pemusik yang menghadirkan lagu-lagu dan karya-karya musik untuk dapat dinikmati secara langsung oleh penonton. Hal yang umum dilakukan oleh para musisi dan penyanyi tersebut tentunya menyanyi dan memainkan alat musik dengan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Tentunya ini menjadi sesuatu yang lazim dan biasa dilakukan oleh para penampil tersebut, yang bisa dikatakan bahwa memang itulah produk utama dari sebuah bisnis pertunjukan musik hidup. Pertanyaannya, sampai tingkat seperti apa kemampuan vokal seorang penyanyi atau keahlian bermusik seorang musisi dikatakan lebih dari penyanyi atau musisi lainnya? Apakah tingginya keahlian mereka sejalan dengan ekspektasi penonton/pendengar? Jangan-jangan penonton tidak membutuhkan hal-hal tersebut. Yang penting bagi mereka adalah pertunjukan tersebut bisa menghibur sesuai dengan tujuan mereka datang adalah untuk mencari hiburan.

Jika demikian, maka faktor apakah yang bisa menjadi pembeda antara satu group dengan group lainnya?

Saturday, June 02, 2012

Technolgy for life

Sengaja saya mengambil judul di atas sebagai tema tulisan kali ini. Kebetulan saya sedang melakukan ritual flashback atau kilas balik, untuk mengingat kembali beberapa point penting dalam hidup, atau beberapa hal yang menurut saya layak untuk di 'recall'. Salah satunya adalah sesuatu yang saya dapatkan pada saat2 awal program S3, dimana saya wajib mengikuti satu mata kuliah yang disebut dengan ilmu filsafat. Awalnya saya tidak begitu mengerti mengenai keterkaitan antara ilmu filsafat dengan bidang teknik yang saya tekuni di program S3 tersebut. Namun akhirnya, saya mendapatkan beberapa jawaban yang tersampaikan pada saat awal pembahasannya. Yaitu kira2 begini, teknologi adalah ilmu teknik yang dikembangkan untuk memudahkan manusia dalam memahami alam ini, sehingga dapat menjadi landasan berfikir untuk menciptakan hal2 yang dapat menjadi alat bantu bagi manusia dalam menjalani kehidupan mereka selama di dunia. Manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pada dasarnya adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia memiliki kelemahan fisik, namun dia juga diberi anugerah berupa kekuatan akal dan fikiran. Dengan akal dan fikirannya, manusia mengatasi kelemahan yang dimilikinya, contoh konkrit dari hal ini adalah, manusia tidak diberi kemampuan seperti burung yang bisa terbang. Tapi dengan akalnya, manusia menciptakan pesawat terbang yang mampu menerbangkannya dengan jauh lebih tinggi dan cepat dibandingkan burung. Nah, banyak contoh2 lain yang bisa kita ungkapkan di sino, namun hal yang paling mendasar yang harus kita fahami adalah, alat bantu-alat bantu tersebut dibuat menggunakan teknologi atau ilmu teknik. ilmu filsafat untuk bidang teknik disebut filsafat teknologi.

Sunday, May 13, 2012

Sekedar Opini

Esensi dari sebuah teknologi seyogyanya adalah untuk membawa manfaat bagi manusia. Teknologi dikembangkan untuk dapat membantu manusia dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, baik dari sisi tenaga, maupun cakupan. Teknologi seharusnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan sebaliknya. Jika penciptaan sebuah teknologi membuat manusia semakin turun kualitas hidupnya, maka perlu ada hal yang harus diluruskan, terutama motivasi awal dari penciptaannya.

Kita sangat akrab dengan istilah "The Man Behind The Gun", yang kurang lebih maknanya adalah, sebuah senjata api akan menjadi bermanfaat apabila di tangan orang yang baik. Sebaliknya, akan sangat membahayakan apabila senjata tersebut ada di tangan para penjahat. Karena pemanfaatannya akan sangat berbeda jika di tangan orang yang berbeda.

Wednesday, July 21, 2010

Berita Di Media II


Berhasil, Ujicoba Backhaul Alcatel Lucent-Indosat

TEMPO InteraktifJakarta - Penyedia solusi teknologi informatika, Alcatel Lucent berhasil melakukan uji coba jaringan transport end to end konvergen backhaul jaringan mobile milik PT Indosat Tbk.

Alcatel menguji coba backhaul tersebut sejak November tahun lalu di salah satu kantor Indosat di Jakarta. Uji coba ini dilakukan dengan mengintegrasikan jaringan Metroethernet. Dengan solusi Metro ethernet, Gigabit Passive Optical Network (GPON) dan Microwave packet Radio (MPR).

Senior Manager Marketing and Technical Business Development Alcatel Lucent Willy Sabri mengatakan uji coba ini membuktikan solusi ini memungkinkan bagi Indosat untuk memanfaatkan jaringan mobile backhaul dalam skala luas dari Backbone hingga last mile.

"Berhasil melewati standar IP," ujar Willy dalam paparannya di Jakarta, Rabu (21/7).

Willy memaparkan dari uji coba solusi ini mampu melewati IP based seperti Metro Ethernet dan Microwave, juga mampu terhubung dengan berbagai teknologi. Selain itu juga tes menunjukkan performa bandwith dan kualitas layanan mulai dari bandwith kecil hingga 100 Mbps.

Uji coba ini sekaligus mampu mensinkronisasikan jaringan mobile dan penanganan lalu lintas ata suara dan paket yang berbedaAlcatel Lucent menggunakan service router 7750, Ethernet Service switch 7450 dan Service aggreagation Router 7705 (SAR). Penerapan solusi dengan salah satu atau semua perangkat sudah dilakukan di beberapa tempat. .

Menurut Willy, efek yang dirasakan adalah, pelanggan merasakan kecepatan bandwith broadband yang sebenarnya. Sedangkan untuk Indosat, solusi ini mampu mengefisiensikan belanja modal untuk backhauldan mendukung transfer bandwith ke pelanggan lebih cepat, mengoptimalisasi bandwith dan menghindari bottle neck serta lebih efisien. Dari pengalaman di Amerika Utara, efisiensi belanja untuk solusi dan teknologi di Backhaul ini menghemat hingga 44 persen.

Division Head IP, MPLS and Metro E-Network Planning Indosat Yulianus mengatakan selama uji coba, pelanggan tidak merasakan perpindahan jaringan. Jika memakai teknologi yang lama yakni TDM, kata dia, tidak akan sanggup menampung bandwith yang dibutuhkan. "Dengan solusi ini perpindahannya smooth, pelanggan bahkan tidak merasakan," ujar Yulianus.

Yulianus juga mengatakan, solusi ini cocok untuk mengantisipasi peledakan bandwith dari paket layanan data Indosat ke pelanggan. Salah satunya yakni layanan android, layanan data konvergen yang meliputi teks, suara dan gambar.

Yulianus juga mengatakan penerapan beberapa solusi dari Alcatel Lucent ini akan mengikuti rencana modernisasi jaringan dan kebutuhan layanan data ke pelanggan.
DIAN YULIASTUTI

Monday, June 14, 2010

Berita di Media

Indosat migrasi trafik 3G ke ethernet

JAKARTA: PT Indosat Tbk siap melakukan migrasi besar-besaran trafik data dari 3G high speed downlink packet access (HSDPA) ke basis ethernet untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan bandwidth pelanggan segmen korporat dan ritel. Donatus Herry Swandito, Group Head Solution Marketing PT Indosat Tbk, menuturkan pihaknya akan menggelar jaringan berbasis protokol Internet (IP) untuk mendukung kebutuhan internal dan pelanggan.

"Pelanggan ritel maupun korporat 'haus' dengan bandwidth dan ini akan masif mengingat kebutuhan domestik yang sangat besar," ujarnya disela-sela paparan Carrier ethernet yang digelar Alcatel-Lucent kemarin.

Layanan berbasis ethernet terdiri dari Carrier ethernet antarkota dan metro ethernet untuk dalam kota. Layanan berbasis multiprotocol label switching ini diluncurkan tahun 2006 dan terus dikembangkan seiring perkembangan teknologi telekomunikasi yang mengarah pada komunikasi berbasis IP.

Menurut Herry, migrasi itu mendukung pengembangan layanan yang dipaket dengan Ethernet dan akan diikuti dengan edukasi kepada pelanggan baik ritel maupun korporat. Layanan tersebut di antaranya video on demand, gaming, hosting aplikasi dan lainnya.

Yulianus, Division Head IP, MPLS & Metro-E Network Planning PT Indosat Tbk, mengatakan migrasi trafik data HSDPA ke basis ethernet itu memungkinkan migrasi kapasitas dari 14,4 megabit per second (Mbps) ke tingkat 21 Mbps dan berlanjut sampai ke tingkat yang disediakan long term evolution (LTE).

"Hanya ethernet yang bisa menyediakan kapasitas ini sehingga tahun ini kami akan melakukan migrasi besar-besaran," tutur Yulianus.

Saat ini Indosat telah menggelar layanan berbasis ethernet di lebih dari 27 kota besar yang akan dikembangkan sesuai perkembangan ekonomi. Cakupan juga akan diperluas dalam proyek jaringan tulang punggung bersama Grup Indosat lainnya.

"Kami juga mengembangkan ini untuk internasional melalui interkoneksi antarjaringan dengan operator global lainnya maupun melalui point of presence [POP] di Hong Kong dan Singapura."

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Monday, November 02, 2009

Sebuah Keyakinan (Bag. I)

Sejak waktu kuliah saya sudah memiliki kepercayaan bahwa suatu saat nanti, teknologi komunikasi data atau datacomm akan mengambil peran penting dalam teknologi pertelekomunikasian masa depan. walaupun pada awal penggunaannya, datacomm hanya dimanfaatkan untuk mempertukarkan informasi dalam bentuk data-data digital dari sebuah perangkat komputer, namun saya yakin sekali bahwa inilah yang akan menjadi masa depan teknologi telekomunikasi. sebuah pemikiran sederhana saya pada saat itu adalah, teknologi komputasi semakin berkembang. komputasi memungkinkan terjadinya otomatisasi proses yang lebih intelijen. sebuah sistem akan menjadi lebih cerdas apabila memiliki 'daya pikir' dapat mendekati kemampuan berfikir manusia. nah, sejatinya itu semua berawal dari teknik komputasi yang belakangan kita kenal dengan nama komputer.

Berbagai upaya saya lakukan untuk dapat lebih mendalami mengenai teknologi komunikasi data, dimana salah satu hal yang saya lakukan adalah dengan mengunjungi Pameran Produksi Indonesia (PPI) tahun 1990 yang pada waktu itu diselenggarakan di Monas. Bersama mahasiswa lain yang memang sedang dalam rangkaian Kunjungan ke beberapa perusahaan di Jakarta dan Bandung, saya mendatangi sebuah stand yang sangat menarik perhatian pada saat itu, yaitu stand Indosat dan Lintas Arta yang menampilan produk dan layanan mereka yang pada saat itu dikenal dengan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) dan Sistem Informasi Elektronik (SIE). Terbayang kembali oleh saya, betapa senangnya saya saat itu. Mungkin kalau lebih didramatisir, saya seperti mendapatkan segelas air dingin di bawah terik matahari di tengah padang pasir. pyuhh..segar sekali rasanya. Hampir satu jam lebih saya berada di stand itu, tanpa memperdulikan ajakan rekan2 lain untuk mengunjungi stand pameran lain yang ada di sana. namun saya tetap tidak bergeming, bahkan lebih banyak mengajukan pertanyaan ke penjaga stand yang saat itu saya kagum sekali, karena mereka adalah pelaku-pelaku di bidang yang menjadi cita-cita saya untuk saya tekuni. Yang menarik, mereka-mereka itu kemudian menjadi rekan kerja saya, di perusahaan yang saya idam-idamkan juga pada waktu itu, yaitu PT. Indosat. Subhanallah, maha suci Allah atas segala ketetapanNya.


Keyakinan saya tersebut saya wujudkan juga dengan lebih mendalami teknologi komunikasi data menjelang semester-semester akhir, dimana saya membuat tugas akhir / proyek akhir yang terkait dengan komunikasi data yang saya beri judul "Komunikasi Data dengan menggunakan teknik Frekuensi Shift Keying (FSK) melalui Radio Pemancar FM (88 - 108 MHz)". Di proyek akhir tersebut saya membuat sebuah alat yang bisa disebut sebagai sebuah modem atau perangkat modulasi dan demodulasi yang berfungsi untuk menggabungkan/menyisipkan sinyal2 informasi ke dalam sebuah frekuensi pembawa (carrier) untuk ditransmisikan ke modem tujuan melalui media transmisi pemancar radio FM untuk kemudian diterima oleh pesawat radio biasa. Sebuah modem terhubung ke pesawat radio penerima melalui audio line out, untuk kemudian melakukan proses demodulasi atau pemisahan sinyal2 informasi dari frekuensi pembawa dan melakukan konversi dari sinyal analag menjadi sinyal digital untuk dikembalikan ke data aslinya yang kemudian diteruskan ke sebuah perangkat komputer pribadi (PC) menggunakan perangkat lunak komunikasi data yang disebut Crosstalk atau Procomm.

Pada waktu itu tidak banyak yang memiliki keyakinan yang sama dengan saya, sehingga saya harus berjuang sendiri dengan idealisme saya ini untuk paling tidak lebih meyakinkan diri sendiri bahwa saya memang berada di jalur yang akan membawa saya ke teknologi masa depan. Saya sendiri tidak terlalu mengingat perolehan nilai atas proyek akhir saya tersebut. tapi memang saya saat itu tidak terlalu berharap banyak akan hal itu, mengingat memang belum banyak pihak yang 'sepakat' dengan keyakinan saya tersebut, dan menganggap hal ini adalah sesuatu yang 'biasa-biasa' saja.

Hal yang menggembirakan sekaligus menambah keyakinan saya adalah pada saat Proyek Akhir saya tersebut terpilih sebagai salah satu alat yang akan dipamerkan pada pameran produksi daerah di Palembang, dalam rangka hari kemerdekaan. Dengan semangat tinggi sekaligus diliputi rasa bangga, saya memajang perangkat buatan saya tersebut di stand Unsri bersama dengan alat-alat yang dihasilkan oleh rekan-rekan 'seperjuangan' saya pada saat itu.

Pertanyaan demi pertanyaan dari para pengunjung kami jawab dengan penjelasan yang lugas dan lancar. Bagi saya itu adalah merupakan pengalaman yang berharga sekaligus sebagai sebuah pembuktian bahwa karya yang saya hasilkan adalah merupakan sesuatu yang cukup layak untuk diberikan perhatian.

Friday, January 30, 2009

Keputusan Besar

Ada 2 keputusan besar yang pernah saya ambil dalam hidup ini. Alhamdulillah menurut saya dua2nya adalah dalam rangka menuju kebaikan. Keputusan tersebut walaupun tidak populer, namun penting untuk saya lakukan, sekali lagi paling tidak menurut saya :-)

Keputusan besar yang pertama saya adalah berhenti merokok. Setelah lebih dari sepuluh tahun tidak lepas dari asap rokok, bahkan cenderung bisa dikatakan saya adalah pencandu berat rokok pada waktu itu, saya memutuskan untuk berhenti 'menelan' asap rokok. Keputusan ini saya ambil kira-kira pada awal tahun 2002 yang lalu, atau sekitar hampir 7 tahun yang lalu. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih komit dengan keputusan tersebut.

Hal yang menurut saya cukup berkesan dalam hal berhentinya saya dari merokok adalah, keputusan tersebut saya buat tanpa direncanakan sama sekali. Artinya, keputusan tersebut mendadak saya ambil, dan pada saat itu juga saya berhenti merokok secara TOTAL, tanpa rencana dan niat yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Saya ingat waktu itu, kebetulan di rumah sedang berkunjung kakak dan adik dari Palembang, untuk bersilaturahim dengan saya dan keluarga. Seperti biasa, kami ngobrol sampai pagi, bercanda sambil bernostalgia mengenai masa kecil kami, terutama mengenai kami 4 laki-laki dari 6 bersaudara. Sambil bercerita, rokok selalu saja terselip di bibir kami. Mulai dari rokok kretek, filter, rokok putih, yang ada menthol maupun tanpa menthol, dll. Pokoknya, mulai dari pukul 10 malam, sampai dengan kira-kira pukul 3 pagi, obrolan kami selalu dipenuhi dengan asap rokok. Saya sendiri kalau tidak salah, sudah menghabiskan kira-kira 3-4 bungkus rokok pada malam itu. Setelah itu, kami semua tidur padahal waktu itu tinggal 1 jam lebih saja menjelang adzan subuh. Namun alhamdulillah, waktu itu saya tetap terbangun untuk sholat subuh, karena memang sudah terlanjur tidak tidur sehingga mungkin agak sulit untuk memejamkan mata. Tapi saya tidur setelah sholat subuh. Siangnya saya terbangun, setelah tidur beberapa jam. Pada saat itulah saya merasakan perasaan yang tidak nyaman, seperti sebuah kegelisahan setelah perasaan sesak di dada akibat terlalu banyak merokok. Tapi biasanya tidak berlangsung lama, dan hanya butuh waktu beberapa saat saja untuk kembali pulih, apalagi setelah minum satu gelas air putih. Tapi setelah itu, saya mencoba merenungi tentang yang kami lakukan semalaman. Akhirnya saya sampai ke suatu kesimpulan bahwa apa yang kami lakukan tadi malam adalah sesuatu yang tidak konstruktif dan produkftif, bahkan cenderung merupakan kegiatan yang 'menyakiti' diri. Bayangkan saja, dengan tidak memberikan 'hak' istirahat bagi tubuh saja artinya kita sudah melakukan sebuah kedzaliman terhadap tubuh/jasad yang diberikan kepada kita, apalagi dengan menyiksa organ-organ tubuh yang seharusnya kita jaga, dengan asap dan racun nicotin yang dapat melemahkan fungsi organ-organ tersebut. Jadi, dengan kata lain, saya malam itu telah melakukan sebuah pendzaliman terhadap tubuh/jasad yang seharusnya saya pelihara dengan baik ini. Nah, berangkat dari perasaan tersebut, saya memutuskan untuk mulai saat itu juga SAYA BERHENTI MEROKOK untuk SELAMANYA. Semoga Allah memberikan kekuatan agar saya tetap istiqomah di jalannya. Amin.

Keputusan yang kedua, adalah sebuah keputusan yang juga tidak cukup populer untuk dilakukan. Ceritanya begini. Saya Alhamdulillah diberikan kemampuan sedikit dalam bermusik, yaitu memainkan alat musik gitar. Ketrampilan tersebut saya peroleh baik dengan cara otodidak, maupun belajar secara formal di sekolah musik, sejak usia 9 tahun. Sebetulnya saya tidak sangat ahli dalam bermain gitar, tapi cukuplah untuk bisa bermain dalam sebuah group band yang memang sudah saya lakukan sejak masa-masa SMA, kuliah bahkan sampai dengan saat saya sudah bekerja. Kebetulan di perusahaan tempat saya bekerja, saya bergabung di sebuah group Band sudah sejak awal masuk, yaitu sekitar lebih dari 10 tahun lebih. Saya mengalami beberapa fase perubahan personil di group tersebut, termasuk perubahan aliran musik. Bahkan saya juga pernah ikut di beberapa group secara paralel di kantor, karena memang kebetulan personilnya tidak cukup untuk membentuk lebih dari 1 group band. Group band terakhir yang saya ikuti adalah BROADBAND. Karena saya di bidang telekomunikasi, maka nama groupnya dihubung-hubungkan sama bidang telekomunikasi. BROADBAND adalah satu-satunya group band yang secara formal diakui oleh perusahaan dan memperoleh misi dalam mendukung setiap program-program perusahaan. Artinya, kita kerap diminta untuk manggung di acara-acara resmi perusahaan, baik di dalam maupun di luar kantor, bahkan di luar kota. Singkat cerita, pada suatu event acara ulang tahun sebuah komunitas pencinta mobil VW yang berlangsung di TMII, dimana group band kami mengisi acara hiburan, akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan event tersebut sebagai event terakhir yang saya ikuti sebagai anggota sebuah group band. Nah, untuk yang satu ini berbeda dengan sebelumnya. Saya memang sudah lama merencanakan untuk berhenti ngeBand, tapi momentnya belum ada yang tepat untuk menyampaikan ke rekan-rekan anggota lainnya. Nah yang menjadi pertanyaan, apa alasan saya untuk mengundurkan diri dari dunia hiburan tersebut ? Untuk yang ini sebetulnya agak sulit untuk dijelaskan. Intinya sebetulnya pada waktu itu salah satunya adalah semakin banyaknya agenda kegiatan yang akhirnya banyak mengganggu waktu-waktu pribadi yang menurut saya lebih prioritas. Dan sebetulnya ada alasan-alasan lain yang cukup personal yang membuat saya akhirnya BERHENTI NGEBAND, tidak hanya di lingkungan kantor tapi di group-group lain baik amatir apalagi profesional. Nah, kira-kira begitu ceritanya.

Wednesday, November 26, 2008

Nokia Communicator E90 dan BB 8310 Curve

Ada beberapa alasan buat saya untuk memiliki kedua gadget di atas. Yang pertama, Nokia E90 sampai saat ini masih merupakan handheld yang saya sukai dalam hal browsing internet menggunakan HSDPA. Saya masih suka dengan tampilan layar yang melebar ke samping, dibandingkan dengan beberapa gadget yang lain. Selain itu, fungsinya untuk menelpon juga masih oke menurut saya. Saya masih bisa menelpon bahkan mengirim sms dengan satu tangan, dan tidak direpotkan dengan alat tambahan yang bernama stylus pen yang menurut saya agak ribet. So, kesimpulannya, sampe sekarang ini handset masih saya pertahankan. Cuma masalahnya nokia masih belum bisa memuaskan saya dengan perangkat ini dalam hal fasilitas push email. Saya pernah mencoba menginstall Mfe dan bahkan Blackberry Connect untuk sekedar mencoba menikmati layanan push email, tapi itu sama sekali tidak berhasil membuat saya 'terpuaskan'. So, saya tetap melengkapi accessories pribadi saya dengan handset yang memang piawai di teknologi push email, yaitu Blackberry. Jadilah saya menggenggam Blackberry 8310 Curve Titanium di tangan kiri saya, sebagai pelengkap dari Nokia E90 Communicator saya yang ada di tangan kanan.

So far, saya cukup puas dengan BB 8310 curve yang saya miliki. Semua kebutuhan saya terpenuhi dengan alat ini. Semua email saya, baik pribadi maupun corporate, semuanya dipush ke handset ini. Hobby ngeblog, atau bersosialisasi via linkedin ataupun facebook menjadi tetap tersalurkan dimanapun saya berada. Komunikasi via Yahoo Messenger, Google Talk, tidak pernah lepas dari aktifitas saya sehari-hari.

Kesimpulan dari semua itu, secara fungsi, saya sudah terpenuhi oleh kedua perangkat tersebut. Namun, tentunya membawa kedua alat itu kemana kita pergi, merupakan masalah tersendiri. Apalagi dengan posturnya E90 yang rada bongsor, agak repot kalau mau dibawa menemani kita beraktifitas, terutama di luar jam2 bisnis yang lebih sering berada di luar ruangan. Memang terbersit sekilas untuk coba menggabungkan kedua fitur dari kedua perangkat itu. Cuma saat ini pilihannya masih belum banyak. Yang ada saat ini baru Blackberry Bold. So, tinggal nunggu masukan aja dari teman2 yang sudah menggunakannya. Siapa tahu saya jadi tertarik. Who knows.

Tuesday, November 25, 2008

Rama - Blogger Tuna Netra Indonesia


Kira-kira 2 minggu yang lalu, sekitar pertengahan November 2008, saya berkesempatan untuk mengunjungi Indonesian Book Fair 2008 yang acaranya bersamaan dengan Acara IndoComtech 2008 di JHCC Jakarta. Awalnya cuma mau menemani Farah, anak saya yang tertua untuk menambah koleksi buku Kecil Kecil Punya Karya yang kemungkinan ada di stand Gramedia.

Pas kebetulan pada saat saya di sana, rupanya baru akan dimulai acara bedah buku yang judulnya "Blind Power" yang ditulis oleh seorang tunanetra. Walaupun judul buku tersebut berbahasa inggris, tetapi ternyata penulisnya adalah seorang tunanetra asli Indonesia, yang bernama lengkap Eko Ramaditya Adikara, atau yang akrab dipanggil dengan Rama.

Rama ternyata adalah seorang tunanetra yang luar biasa. Dia mendapatkan banyak kelebihan, sebagai pengganti kekurangannya dalam hal penglihatan. Prestasinya antara lain, memiliki dan mengelola blog di alamat www.ramaditya.com. Juga seorang wartawan di beberapa majalah. Menulis buku, salah satunya adalah "Blind Power". Dan yang cukup mengagumkan adalah, ternyata dia piawai bermain flute yang karena kepiawaiannya ini membawa dia sempat bermukim di negeri Sakura, Jepang, untuk mengisi soundtrack dari beberapa video game bikinan negara tersebut. Jadi, jika kamu suatu saat memainkan game tersebut yang ada suara serulingnya, bisa jadi itu adalah salah satu hasil bikinan dari Rama.

Secara kebetulan, beberapa hari sebelumnya, saya melihat di sebuah stasiun televisi nasional, acara yang menampilkan sosok Rama sebagai salah satu orang Indonesia yang memiliki prestasi. Sehingga, pada saat saya melihar bedah buku tersebut, saya sudah sedikit banyak memiliki informasi mengenai penulis.

Kembali ke topik bedah buku tersebut. Blind Power adalah sebuah buku yang berisikan hal-hal yang luar biasa dari seorang tunanetra, dimana sebagian besar adalah merupakan pengalaman pribadi dari Rama sendiri. Menurut Rama, kita tidak akan menemukan kisah-kisah sedih dan mengharukan di dalam buku ini. Karena memang pada dasarnya, seorang yang memiliki kekurangan karena takdirNya, tidak boleh hanya meratap dan mengharap belas kasihan orang lain. Dia harus mampu memaksimalkan peran anggota tubuh yang sempurna, untuk dapat menutupi kekurangan tersebut.

Ada hal yang menurut saya luar biasa lagi dari seorang Rama, yaitu kemampuan dia dalam membetulkan komputer yang rusak. Karena ternyata salah satu profesinya adalah sebagai konsultan komputer. Dimana dia suatu saat harus berbelanja perlengkapan komputer di pusat penjualan komputer. Bahkan dia belanja sendiri ke toko yang menurut dia paling murah di tempat itu. Tidak berhenti sampai di situ, dia juga sering memandu pelanggannya dalam menggunakan komputer yang dibeli oleh mereka pertama kalinya. Bisa dibayangkan betapa kelebihan yang dimilikinya. Luar biasa.

Monday, November 24, 2008

Blogging dan Bisnis Internet

Belakangan ini saya kembali melongok blog ini, tapi baru sekarang sempat menambahkan entri. Awalnya setalah saya terkesan dengan seorang keponakan yang baru lulus sekolah kedokteran setahun yang lalu, dan saat ini sedang menjalani tugas PTT di daerah Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan. Secara tidak sengaja, saya yang memang kadang-kadang iseng ngeweb, sambil beberapa kali blogwalking, menemukan blognya dia yang isinya menurut saya cukup surprisingly. Ternyata dia sudah cukup berhasil di bidang internet marketing. Terbukti, menurut info di blognya dia, Honda CS1 sudah berhasil dia peroleh dari hasil blogging. Hmm..what an achievement menurut saya.

Memang sih, dia pernah menyampaikan ke saya beberapa waktu yang lalu, bahwa dia sangat tertarik dengan dunia bisnis di internet. Secara pada waktu itu dia masih baru lulus kuliah dokter, dan baru kerja di sebuah rumah sakit di bilangan jakarta dan bogor, sehingga masih belum memiliki pekerjaan yang permanen. Nah, disela-sela aktifitasnya dalam bekerja di rumah sakit, ternyata dia banyak memanfaatkan waktu luangnya untuk lebih mendalami dunia blogging, sampai akhirnya dia berhasil membuktikan bahwa bisnis di internet tersebut adalah benar dan nyata.

Karena itulah, saya yang sudah pernah beberapa kali membuat blog, termasuk salah satunya yang sedang anda baca ini, mencoba kembali melihat sisi lain dari sebuah blog, selain sebagai media aktualisasi pemikiran, tetapi juga sebagai salah satu keran pendapatan.

Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu, ketika booming dotcom pada era akhir 90an sampai dengan awal 2000an. Salah satu situs yang saya kembangkan bersama teman-teman pada saat itu, berhasil dijual ke sebuah perusahaan dotcom Indonesia, yang merupakan anak usaha dari Group Konglomerat di Indonesia. Situs kami tersebut pada waktu itu berhasil dipindahtangankan dengan nilai sebesar Rp. 100jt. Wow, kalau mengingat waktu-waktu tersebut, nilai itu sangatlah luar biasa untuk ukuran saat itu, bahkan mungkin ukuran sekarang masih merupakan sesuatu yang luar biasa. Padahal, kami sama sekali tidak memiliki niat untuk membuat sebuah situ dan lalu kemudian menjualnya untuk mendapatkan keuntungan. Situs tersebut kami kembangkan dengan hati yang dilatarbelakangi oleh kesamaan hobi dari beberapa orang dari kami. Itulah yang menurut saya nilai jual dari sebuah situs.

Kesimpulannya, apapun itu, jika dijalankan dengan serius, konsisten dan profesional, akan dapat memperoleh hasil yang maksimal. Seperti halnya keponakan saya tersebut, karena memang dia menekuni apa yang dia yakini akan ada hasilnya. Dan ternyata, dia mendapatkan apa yang dia cita-citakan. Pendapatan Dolar dari Bisnis Internet.

Monday, February 11, 2008

Menjadi Seorang Al Hafidz

Tadi malam, ba'da maghrib menjelang isya, saya beserta ustadz Hasan dan Abdullah, takmir masjid al ukhuwah, berbincang-bincang mengenai apa dan bagaimana menjadi seorang Al Hafidzh. Dari hasil perbincangan tersebut, saya menyimpulkan beberapa hal mengenai seputar menjadi seorang Al Hafidzh.

1. Tidak wajib bagi setiap orang untuk menghapal sebanyak 30 juz Al Qur'an. Akan tetapi disesuaikan dengan niat dan kemampuannya.
2. Dalam sebuah haditspun, diriwayatkan bahwa kriteria dalam menentukan seorang imam adalah yang paling banyak hafalannya. Artinya, jumlah hafalan Al Qur'an memang berbeda-beda setiap orangnya.
3. Niat yang benar adalah untuk memelihara, bukan untuk menghafal. Artinya, jika kita merasa baru mampu memelihara sebanyak 5 juz, lakukan saja dulu sebanyak itu, disesuaikan dengan waktu yang ada. Karena, dalam memelihara hafalan, selalu harus ada waktu yang disediakan untuk mengulanginya, apakah itu setiap hari 1 juz, atau 1 minggu sekali tetapi sekaligus sebanyak 5 juz, dll.
4. Niat dan keinginan yang kuat adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang Hafidzh. Karena membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar yang jika tanpa didasari oleh niat yang kuat, hafalan akan mudah 'pergi'.
5. dll, masih banyak lagi yang bisa diuraikan di sini mengenai hal-hal yang terkait dengan Al Hafidzh.

Wassalam

Friday, December 14, 2007

It's about the managerial training

Ok. Now I am starting to write again. It's been quite a long time I didn't put anything here. Now, it is about the time to start the new era.

Within last three weeks, I've been very busy. I got a lot of works to do. I was attending the managerial class for 2 weeks. This training was located in out of Jakarta. It's not so far from Jakarta, but it's still out of town. It means, i have to stay there during the training.

The point is not about location. It is about the training itself. It was very valuable chance I had.

I really want to learn about management things since many years ago. In fact, I have been trying to search for the training institute that could provide distance learning for this training. I found one actually. But, the cost is very high. It's around 5 to 7 Million per training package or module. Wow!

So, I have to think it twice if I want to take the training with my own money.

Thank God. You gave me the opportunities to take the training without I have to pay for it.

Wassalam

Sunday, January 14, 2007

Rapat Panitia Mesjid Al Ukhuwah

Bismillah,

Jum'at malam sabtu yang lalu, kita panitia pembangunan mesjid di deket rumah mengadakan rapat untuk membicarakan masalah tindak lanjut dari rencana pembangunan. Ini adalah rapat pertama setelah ketua panita, yaitu Pak Akbar baru pulang dari tanah suci. Seperti biasa, rapat yang rencananya dimulai pukul 21.00, molor sampai dengan 22.30. Bisa dibayangkan jam berapa selesainya? Jam 01.30 dini hari :D. Itupun tidak langsung bubar jalan, tapi dilanjutkan dengan melihat-lihat lokasi yang sudah mulai digali lahannya sejak 3 hari yang lalu. Nah, acara tinjauan lokasi itu sendiri kelarnya baru jam 02.00.
Nah, seperti biasanya dalam setiap proyek sosial, masalah pendanaan adalah yang paling krusial. Sesuai rencana awal, bahwa gedung mesjid ini akan terdiri dari 2 lantai, dimana lantai 1 akan digunakan sebagai ruang serbaguna, dan lantai 2 adalah mesjid itu sendiri. Luasnya adalah 100 m2, sehingga 2 lantai menjadi 200 m2. Alhamdulillah, lahan tersebut adalah merupakan hibah dari pengelola perumahan, sehingga warga tinggal mencari biaya pembangunannya saja.

Untuk mengatasi hal itu, akhirnya pada rapat itu salah satu keluarannya adalah, membentuk sebuah sub tim kepanitiaan yang lebih kecil, yang terdiri dari warga yang memiliki akses terhadap donatur-donatur besar, sekaligus bertugas untuk meminta komitmen dari warga yang 'peduli' dengan proyek ini, untuk dapat memberikan sumbangan rutin setiap bulan yang akan dijemput secara 'door to door'.

Dari hasil mufakat, dipilihlah Pak Imam dan Pak Pram sebagai koordinator masalah pendanaan, yang selanjutnya akan membentuk tim yang terdiri dari sub-koordinator yang bertanggung jawab pada bidang masing-masing.

Besoknya, sabtu malam alias malam minggu, tim pendanaan sudah mulai rapat untuk membahas kegiatan-kegiatan dalam mencari dana, baik dari sumber internal maupun eksternal. Semoga Berhasil.

Wassalam.

Tuesday, January 02, 2007

Assalamu'alaikum wr wb,

Bismillah,
Hari kerja pertama di 2007. Jalanan masih sepi, sampai di kantor masih jam 7 kurang 20. Sejak kemarin baca berita di detik, banyak musibah yang terjadi di fasilitas transportasi. 4 Kapal laut tenggelam, dan terakhir 1 pesawat terbang hilang. Di beberapa tempat banjir, dan malam tahun baru di Anyer terjadi angin puting beliung.

Waktunya buat kita untuk muhasabah, dengan melihat fenomena alam ini. Waktunya kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Buang jauh2 rasa angkuh, sombong, tinggi hati, iri, dengki, dll. Tingkatkan ketakwaan kepada Allah, perbanyak ibadah, ikhlaskan semua hanya untuk Allah. Karena kita sudah banyak menyaksikan, dalam sekejap segala sesuatunya bisa berubah, jika Allah menghendakinya. Kendali bukan di tangan kita manusia, Allah maha pemilik segalanya. Allah yang menentukan semua.

Ya Allah, ampuni segala dosaku selama ini. Bimbinglah aku agar selalu berada di jalanMu. Amin. Allahumma Amin.

Wassalamu'alaikum.
~yhoes

Sunday, December 10, 2006

Iseng Ngupdate Blog

Bismillah...
Sempet-sempetnya nulis blog hari libur gini. Tapi, it's ok lah. Berhubung rencana mau pergi sore tadi batal, ya sambil nunggu anak2 mandi, bolehlah ngupdate blog.

Ane mau cerita kalo tadi pagi ada kumpul2 warga di kompleks, dalam rangka sosialisasi rencana pembangunan musholla dan gedung serbaguna. Nah, ceritanya sambil ngumpul-ngumpul juga pake acara minum kopi dan sarapan bubur ayam. Mantap kan ? :D

Ini musholla rencananya akan menghabiskan anggaran sebesar 500jt atau 0.5M. Cukup besar untuk ukuran sebuah musholla. Tapi masuk akal juga, karena ini sebetulnya bukan cuma untuk musholla dan gedung serbaguna saja, melainkan juga akan dibangun lapangan olahraga buat warga.

Alhamdulillah lahannya disediakan oleh pihak pengembang kompleks, dan kalau memang tidak ada perubahan, mereka juga akan mengucurkan dana untuk membantu pembangunannya. Lumayan lah, jadi warga tinggal mengumpulkan sisanya secara swadaya.

Acara tadi harusnya mulai jam 7.00 pagi, tapi biasa lah..sebagian ngaret, ujung-ujungnya jam 8 juga hehe. Selesai jam 10.00, dilanjutin ngobrol ngalor ngidul sampe jam 10.30. Abis itu bubar, dan siap2 nganterin anak2 jalan-jalan. Rencananya ke ocean park yang baru buka di BSD City. Cuman, akhirnya ditunda dulu. Nunggu kakak selesai EHB, soalnya dia biasanya suka sakit kalo abis renang. Jadi daripada sakit gak ikutan EHB, mendingan ke ocean park-nya sesudah EHB aja. Gitu kata Ibunya. Tul Bu hehehe.

Wassalam

Saturday, December 09, 2006

Akses Internet Broadband

Puihhh...tanpa terasa sudah lama sekali saya tidak mengisi blog ini. Ada banyak alasan sih, yang membuat hal itu terjadi. Kesibukan yang luar biasa, dan menyita waktu selama beberapa bulan ini. Maklum, project yang tidak ada habis-habisnya menjadi kambing hitam dalam kasus ini.

Hari ini, setelah sekian lama vakum, saya mencoba untuk memulai kembali mengisi lembaran-lembaran blog, seiring dengan aktifnya koneksi internet broadband di rumah.

Bicara tentang broadband internet. Akhirnya ini merupakan keputusan yang sudah lama tertunda untuk saya lakukan sebelumnya. Kenapa? Ada beberapa alasan. Pertama, Layanan ini milik kompetitor. Sementara, perusahaan tempat saya bekerja dulu adalah perusahaan penyelenggara layanan internet broadband melalui media yang berbeda. Jadi, produknya sama. Yang kedua, memang saya pingin sekali berlangganan sekaligus dua layanan, seperti halnya jika menggunakan internet broadband via tv kabel. Dapet koneksi internet broadband, sekaligus bisa nonton program-program tv kabel.

Cuma masalahnya, ada beberapa alasan juga yang mendorong saya pada akhirnya memilih untuk berlangganan yang ini. Karena rumah saya tidak termasuk dalam wilayah terdapatnya jaringan tv kabel dari perusahaan tersebut.

Daripada kelamaan nunggu, ya tidak ada salahnya saya mencoba dulu yang jelas-jelas tersedia. Nah, gitu deh jadinya. Akhirnya rumah saya tersambung ke internet via broadband ADSL. Dan saya bisa bebas mengakses internet dari seluruh pojok ruangan rumah dengan menggunakan WiFi. Oke kan ?

Bentar lagi mau cari modem 3G ah, biar bisa lebih cepetan akses internetnya kalo pas lagi mobile dibanding sekarang pake CDMA atau GPRS. Ah..what an internet maniac :D

Wassalam

Friday, March 24, 2006

Mengobati kerinduan

Bismillah ...

Beberapa hari ini pinginnya mulai lagi mencoba untuk aktif ngisi blog ini. Tapi, kayaknya nggak gampang. Susah juga untuk memulai aktifitas yang sudah terhenti lama. Tapi, tetep harus dicoba lah. Memang dimana-mana membangun itu tidak lebih susah dibandingkan dengan memelihara.

Belakangan ane cukup disibukkan dengan hal2 yang berbau kerjaan kantor. Sampe2 yang namanya kuliah jadi terbengkalai. Ritme kuliah jadi nggak beraturan, kadang semangat kadang maless banget. Yah, itulah kalo nyambi.

Wassalam

Monday, November 21, 2005

Hijrah

Berubah...
Sepertinya dulu ane pernah nulis masalah perubahan, mengenai seperti apa cara kita menyikapinya dan sebagainya. Nah, ternyata sekarang it happens to me. So the question is, apakah ane siap menghadapinya. Dan yang lebih penting lagi apakah saya mampu mengelola perubahan tersebut agar dapat menjadi lebih baik, sesuai hakikat dari tujuan perubahan itu sendiri. Sepertinya semua pertanyaan tersebut harus dicari jawabannya, supaya teori-teori yang ane pelajari sebelumnya dapat diterapkan dan mendapatkan hasil yang maksimal sesuai yang diharapkan.

Tapi, terlepas dari itu semua, konsep Ikhtiar, Do'a dan Tawakkal tetap harus ditanamkan dalam2 di jiwa ini, agar semua yang dijalani selama hidup ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Semoga dengan perubahan ini, ane mendapatkan lebih banyak kemudahan dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga segala sesuatunya di masa yang akan datang memiliki nilai ibadah dan mendapatkan ridho Allah SWT. Tanpa itu, semua akan menjadi sia-sia. Barakallahu.

Rabbana aatinaa fiddunya Hasanah wa fil akhiratihasanah wa qinna adzaabannar.

Wassalam
~Yulianus