Friday, January 30, 2009

Keputusan Besar

Ada 2 keputusan besar yang pernah saya ambil dalam hidup ini. Alhamdulillah menurut saya dua2nya adalah dalam rangka menuju kebaikan. Keputusan tersebut walaupun tidak populer, namun penting untuk saya lakukan, sekali lagi paling tidak menurut saya :-)

Keputusan besar yang pertama saya adalah berhenti merokok. Setelah lebih dari sepuluh tahun tidak lepas dari asap rokok, bahkan cenderung bisa dikatakan saya adalah pencandu berat rokok pada waktu itu, saya memutuskan untuk berhenti 'menelan' asap rokok. Keputusan ini saya ambil kira-kira pada awal tahun 2002 yang lalu, atau sekitar hampir 7 tahun yang lalu. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih komit dengan keputusan tersebut.

Hal yang menurut saya cukup berkesan dalam hal berhentinya saya dari merokok adalah, keputusan tersebut saya buat tanpa direncanakan sama sekali. Artinya, keputusan tersebut mendadak saya ambil, dan pada saat itu juga saya berhenti merokok secara TOTAL, tanpa rencana dan niat yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Saya ingat waktu itu, kebetulan di rumah sedang berkunjung kakak dan adik dari Palembang, untuk bersilaturahim dengan saya dan keluarga. Seperti biasa, kami ngobrol sampai pagi, bercanda sambil bernostalgia mengenai masa kecil kami, terutama mengenai kami 4 laki-laki dari 6 bersaudara. Sambil bercerita, rokok selalu saja terselip di bibir kami. Mulai dari rokok kretek, filter, rokok putih, yang ada menthol maupun tanpa menthol, dll. Pokoknya, mulai dari pukul 10 malam, sampai dengan kira-kira pukul 3 pagi, obrolan kami selalu dipenuhi dengan asap rokok. Saya sendiri kalau tidak salah, sudah menghabiskan kira-kira 3-4 bungkus rokok pada malam itu. Setelah itu, kami semua tidur padahal waktu itu tinggal 1 jam lebih saja menjelang adzan subuh. Namun alhamdulillah, waktu itu saya tetap terbangun untuk sholat subuh, karena memang sudah terlanjur tidak tidur sehingga mungkin agak sulit untuk memejamkan mata. Tapi saya tidur setelah sholat subuh. Siangnya saya terbangun, setelah tidur beberapa jam. Pada saat itulah saya merasakan perasaan yang tidak nyaman, seperti sebuah kegelisahan setelah perasaan sesak di dada akibat terlalu banyak merokok. Tapi biasanya tidak berlangsung lama, dan hanya butuh waktu beberapa saat saja untuk kembali pulih, apalagi setelah minum satu gelas air putih. Tapi setelah itu, saya mencoba merenungi tentang yang kami lakukan semalaman. Akhirnya saya sampai ke suatu kesimpulan bahwa apa yang kami lakukan tadi malam adalah sesuatu yang tidak konstruktif dan produkftif, bahkan cenderung merupakan kegiatan yang 'menyakiti' diri. Bayangkan saja, dengan tidak memberikan 'hak' istirahat bagi tubuh saja artinya kita sudah melakukan sebuah kedzaliman terhadap tubuh/jasad yang diberikan kepada kita, apalagi dengan menyiksa organ-organ tubuh yang seharusnya kita jaga, dengan asap dan racun nicotin yang dapat melemahkan fungsi organ-organ tersebut. Jadi, dengan kata lain, saya malam itu telah melakukan sebuah pendzaliman terhadap tubuh/jasad yang seharusnya saya pelihara dengan baik ini. Nah, berangkat dari perasaan tersebut, saya memutuskan untuk mulai saat itu juga SAYA BERHENTI MEROKOK untuk SELAMANYA. Semoga Allah memberikan kekuatan agar saya tetap istiqomah di jalannya. Amin.

Keputusan yang kedua, adalah sebuah keputusan yang juga tidak cukup populer untuk dilakukan. Ceritanya begini. Saya Alhamdulillah diberikan kemampuan sedikit dalam bermusik, yaitu memainkan alat musik gitar. Ketrampilan tersebut saya peroleh baik dengan cara otodidak, maupun belajar secara formal di sekolah musik, sejak usia 9 tahun. Sebetulnya saya tidak sangat ahli dalam bermain gitar, tapi cukuplah untuk bisa bermain dalam sebuah group band yang memang sudah saya lakukan sejak masa-masa SMA, kuliah bahkan sampai dengan saat saya sudah bekerja. Kebetulan di perusahaan tempat saya bekerja, saya bergabung di sebuah group Band sudah sejak awal masuk, yaitu sekitar lebih dari 10 tahun lebih. Saya mengalami beberapa fase perubahan personil di group tersebut, termasuk perubahan aliran musik. Bahkan saya juga pernah ikut di beberapa group secara paralel di kantor, karena memang kebetulan personilnya tidak cukup untuk membentuk lebih dari 1 group band. Group band terakhir yang saya ikuti adalah BROADBAND. Karena saya di bidang telekomunikasi, maka nama groupnya dihubung-hubungkan sama bidang telekomunikasi. BROADBAND adalah satu-satunya group band yang secara formal diakui oleh perusahaan dan memperoleh misi dalam mendukung setiap program-program perusahaan. Artinya, kita kerap diminta untuk manggung di acara-acara resmi perusahaan, baik di dalam maupun di luar kantor, bahkan di luar kota. Singkat cerita, pada suatu event acara ulang tahun sebuah komunitas pencinta mobil VW yang berlangsung di TMII, dimana group band kami mengisi acara hiburan, akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan event tersebut sebagai event terakhir yang saya ikuti sebagai anggota sebuah group band. Nah, untuk yang satu ini berbeda dengan sebelumnya. Saya memang sudah lama merencanakan untuk berhenti ngeBand, tapi momentnya belum ada yang tepat untuk menyampaikan ke rekan-rekan anggota lainnya. Nah yang menjadi pertanyaan, apa alasan saya untuk mengundurkan diri dari dunia hiburan tersebut ? Untuk yang ini sebetulnya agak sulit untuk dijelaskan. Intinya sebetulnya pada waktu itu salah satunya adalah semakin banyaknya agenda kegiatan yang akhirnya banyak mengganggu waktu-waktu pribadi yang menurut saya lebih prioritas. Dan sebetulnya ada alasan-alasan lain yang cukup personal yang membuat saya akhirnya BERHENTI NGEBAND, tidak hanya di lingkungan kantor tapi di group-group lain baik amatir apalagi profesional. Nah, kira-kira begitu ceritanya.

Wednesday, November 26, 2008

Nokia Communicator E90 dan BB 8310 Curve

Ada beberapa alasan buat saya untuk memiliki kedua gadget di atas. Yang pertama, Nokia E90 sampai saat ini masih merupakan handheld yang saya sukai dalam hal browsing internet menggunakan HSDPA. Saya masih suka dengan tampilan layar yang melebar ke samping, dibandingkan dengan beberapa gadget yang lain. Selain itu, fungsinya untuk menelpon juga masih oke menurut saya. Saya masih bisa menelpon bahkan mengirim sms dengan satu tangan, dan tidak direpotkan dengan alat tambahan yang bernama stylus pen yang menurut saya agak ribet. So, kesimpulannya, sampe sekarang ini handset masih saya pertahankan. Cuma masalahnya nokia masih belum bisa memuaskan saya dengan perangkat ini dalam hal fasilitas push email. Saya pernah mencoba menginstall Mfe dan bahkan Blackberry Connect untuk sekedar mencoba menikmati layanan push email, tapi itu sama sekali tidak berhasil membuat saya 'terpuaskan'. So, saya tetap melengkapi accessories pribadi saya dengan handset yang memang piawai di teknologi push email, yaitu Blackberry. Jadilah saya menggenggam Blackberry 8310 Curve Titanium di tangan kiri saya, sebagai pelengkap dari Nokia E90 Communicator saya yang ada di tangan kanan.

So far, saya cukup puas dengan BB 8310 curve yang saya miliki. Semua kebutuhan saya terpenuhi dengan alat ini. Semua email saya, baik pribadi maupun corporate, semuanya dipush ke handset ini. Hobby ngeblog, atau bersosialisasi via linkedin ataupun facebook menjadi tetap tersalurkan dimanapun saya berada. Komunikasi via Yahoo Messenger, Google Talk, tidak pernah lepas dari aktifitas saya sehari-hari.

Kesimpulan dari semua itu, secara fungsi, saya sudah terpenuhi oleh kedua perangkat tersebut. Namun, tentunya membawa kedua alat itu kemana kita pergi, merupakan masalah tersendiri. Apalagi dengan posturnya E90 yang rada bongsor, agak repot kalau mau dibawa menemani kita beraktifitas, terutama di luar jam2 bisnis yang lebih sering berada di luar ruangan. Memang terbersit sekilas untuk coba menggabungkan kedua fitur dari kedua perangkat itu. Cuma saat ini pilihannya masih belum banyak. Yang ada saat ini baru Blackberry Bold. So, tinggal nunggu masukan aja dari teman2 yang sudah menggunakannya. Siapa tahu saya jadi tertarik. Who knows.

Tuesday, November 25, 2008

Rama - Blogger Tuna Netra Indonesia


Kira-kira 2 minggu yang lalu, sekitar pertengahan November 2008, saya berkesempatan untuk mengunjungi Indonesian Book Fair 2008 yang acaranya bersamaan dengan Acara IndoComtech 2008 di JHCC Jakarta. Awalnya cuma mau menemani Farah, anak saya yang tertua untuk menambah koleksi buku Kecil Kecil Punya Karya yang kemungkinan ada di stand Gramedia.

Pas kebetulan pada saat saya di sana, rupanya baru akan dimulai acara bedah buku yang judulnya "Blind Power" yang ditulis oleh seorang tunanetra. Walaupun judul buku tersebut berbahasa inggris, tetapi ternyata penulisnya adalah seorang tunanetra asli Indonesia, yang bernama lengkap Eko Ramaditya Adikara, atau yang akrab dipanggil dengan Rama.

Rama ternyata adalah seorang tunanetra yang luar biasa. Dia mendapatkan banyak kelebihan, sebagai pengganti kekurangannya dalam hal penglihatan. Prestasinya antara lain, memiliki dan mengelola blog di alamat www.ramaditya.com. Juga seorang wartawan di beberapa majalah. Menulis buku, salah satunya adalah "Blind Power". Dan yang cukup mengagumkan adalah, ternyata dia piawai bermain flute yang karena kepiawaiannya ini membawa dia sempat bermukim di negeri Sakura, Jepang, untuk mengisi soundtrack dari beberapa video game bikinan negara tersebut. Jadi, jika kamu suatu saat memainkan game tersebut yang ada suara serulingnya, bisa jadi itu adalah salah satu hasil bikinan dari Rama.

Secara kebetulan, beberapa hari sebelumnya, saya melihat di sebuah stasiun televisi nasional, acara yang menampilkan sosok Rama sebagai salah satu orang Indonesia yang memiliki prestasi. Sehingga, pada saat saya melihar bedah buku tersebut, saya sudah sedikit banyak memiliki informasi mengenai penulis.

Kembali ke topik bedah buku tersebut. Blind Power adalah sebuah buku yang berisikan hal-hal yang luar biasa dari seorang tunanetra, dimana sebagian besar adalah merupakan pengalaman pribadi dari Rama sendiri. Menurut Rama, kita tidak akan menemukan kisah-kisah sedih dan mengharukan di dalam buku ini. Karena memang pada dasarnya, seorang yang memiliki kekurangan karena takdirNya, tidak boleh hanya meratap dan mengharap belas kasihan orang lain. Dia harus mampu memaksimalkan peran anggota tubuh yang sempurna, untuk dapat menutupi kekurangan tersebut.

Ada hal yang menurut saya luar biasa lagi dari seorang Rama, yaitu kemampuan dia dalam membetulkan komputer yang rusak. Karena ternyata salah satu profesinya adalah sebagai konsultan komputer. Dimana dia suatu saat harus berbelanja perlengkapan komputer di pusat penjualan komputer. Bahkan dia belanja sendiri ke toko yang menurut dia paling murah di tempat itu. Tidak berhenti sampai di situ, dia juga sering memandu pelanggannya dalam menggunakan komputer yang dibeli oleh mereka pertama kalinya. Bisa dibayangkan betapa kelebihan yang dimilikinya. Luar biasa.